AKURAT.CO - Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS, Mulyanto, meminta pemerintah terutama pihak kepolisian menindak tegas praktik penambangan ilegal (illegal mining).
"Penindakan sangat penting karena illegal mining bukan hanya berbahaya bagi kelestarian lingkungan tapi juga berpotensi merugikan negara," kata Mulyanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/11/2021)
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini mengingatkan bahwa dalam konstitusi disebutkan sumber daya alam sebesar-besarnya digunakan untuk kemakmuran rakyat.
Untuk itu semua kegiatannya harus benar-benar diperhatikan agar jangan sampai ada penguasaan yang dilakukan secara tidak sah atau illegal.
"Ironisnya, SDA kita sebagian masih dikeduk secara illegal oleh segelintir orang, bahkan oleh WNA China. Inikan keterlaluan," ungkap Mulyanto.
Sehubungan dengan hal tersebut, Mulyanto meminta pemerintah secara serius membenahi persoalan tambang liar ini. Ia juga meminta pemerintah pusat untuk segera menata kewenangan pemerintah daerah untuk mengelola sektor penambangan minerba.
Mulyanto menambahkan terjadinya ilegal mining menandakan lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di sektor tambang oleh Pemerintah.
Mulyanto mensinyalir hal ini terjadi karena adanya sentralisasi kewenangan dan perizinan di sektor ini kepada Pemerintah Pusat, termasuk untuk tambang batuan dan bahan galian C.
"Maraknya persoalan ini sangat dipengaruhi oleh sentralisasi kewenangan di sektor minerba dan lemahnya peran Pemerintah Daerah dalam pengawasan.
Tentunya soal ini tidak bisa dibiarkan, Pemerintah harus segera menata soal kewenangan Pemerintah Daerah, khususnya terkait surat izin penambangan batuan (SIPB) dan izin penambangan rakyat (IPR).
"Undang undang yang ada memungkinkan kewenangan dan peran Pemerintah Daerah terkait penambangan minerba ini," kata Mulyanto.
Sebelumnya diberitakan, Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel), berhasil menangkap lima orang pelaku penambangan batu bara ilegal. Kelimanya ditangkap di wilayah tambang Mangkal Api, Kecamatan Teluk Kepayang, pada Senin (22/11/2021) malam saat tengah melakukan aktivitas pertambangan.
Diketahui, dua orang pelaku adalah Warga Negara China. Polisi juga berhasil mengamankan 11 alat berat berbagai merek dan 20 dump truck untuk dijadikan barang bukti.[]
Adblock test (Why?)