JAKARTA, iNews.id - Banyak orang tertarik dengan penambangan (mining) Bitcoin, namun tak banyak yang memahami cara kerja mining Bitcoin dan perangkatnya.
Mining Bitcoin adalah salah satu cara untuk mendapatkan Bitcoin yang merupakan mata uang kripto terpopuler di dunia.
Mining Bitcoin dilakukan dengan menggunakan perangkat komputer khusus untuk memecahkan algoritma atau hitungan matematika dari transaksi Bitcoin yang dilakukan para penambang (miner).
Dalam proses mining Bitcoin, Anda akan berpacu dengan penambang lain. Untuk itu, sangat penting memahami cara kerja mining Bitcoin dan perangkat komputer yang dapat mendukung penambangan Anda agar menghasilkan keuntungan maksimal.
Simak cara kerja mining Bitcoin dan perangkatnya, seperti dirangkum iNews.id berikut ini:
1. Cara Kerja Mining Bitcoin
Berbeda dengan sistem perbankan atau Bursa komoditas, transaksi Bitcoin tidak melibatkan pihak yang menjadi perantara yang mencatat dan memverifikasi seluruh transaksi. Semua transaksi Bitcoin tersebut diverifikasi oleh para penambang melalui blockchain atau rantai blok.
Saat transaksi Bitcoin terjadi secara bersamaan, semuanya akan dikelompokan ke dalam grup yang sama. Grup tersebut dikenal dengan istilah blockchain. Kelompok tersebut diverifikasi oleh para penambang bitcoin.
Dengan demikian, transaksi Bitcoin diverifikasi secara berkelompok bukan individu. Setelah diverifikasi, transaksi Bitcoin akan dimasukkan atau ditambahkan ke rantai blok yang sudah terverifikasi.
Untuk memperoleh Bitcoin, para miner membutuhkan perangkat keras atau hardware dan software untuk menambang bitcoin yang sudah terverifikasi melalui Blockchain.
Para miner membutuhkan komputer dengan spek khusus untuk menambang Bitcoin. Perangkat komputer tersebut mutlak atau harus dimiliki para miner Bitcoin.
2. Perangkat Mining Bitcoin
Seiring berkembangnya penambangan Bitcoin, yang melibatkan miner dari berbagai belahan dunia, maka aktivitas mining Bitcoin tidak dapat dilakukan dengan menggunakan komputer rumahan.
Jika Anda berminat menjadi miner Bitcoin, maka Anda membutuhkan komputer khusus, serta internet dengan jaringan yang kuat dan stabil. Salah satu kunci kesuksesan menjadi miner BItcoin adalah memiliki perangkat mining Bitcoin yang mumpuni sebagai berikut :
- CPU (Central Processing Unit)
Sebagai penambang bitcoin, Anda harus memiliki CPU atau central processing unit, atau unit pemrosesan pusat. Setiap komputer yang akan melakukan bitcoin miner harus memiliki CPU yang mumpuni.
Agar ketika mendapatkan permasalahan matematika saat melakukan penambangan bisa diatasi dengan cepat. Namun seiring dengan perkembangan sangat pesat terkait bitcoin, CPU menjadi tidak cukup dan mulai beralih pada GPU.
- GPU (Graphics Processing Unit)
GPU atau graphic processing unit, yaitu unit pemrosesan komputer yang dapat bekerja lebih cepat dibandingkan dengan CPU. Ketika dapat lebih cepat mengatasi masalah matematika yang dihadapi, hal tersebut berarti Anda dapat lebih cepat memenangkan perlombaan dalam penambangan dan akan mendapatkan hadiah yaitu Bitcoin.
- FPGA (Field Programmable Gate Array)
FPGA atau field programmable gate array merupakan sistem unit pemrosesan komputer yang dapat digunakan untuk menambang bitcoin. Sama seperti CPU dan GPU, FPGA bekerja untuk mengatasi masalah perhitungan matematika agar bisa mendapatkan bitcoin.
- ASIC (Application Specific Integrated Circuit)
Seiring perkembangan Bitcoin, kini ada hardware khusus untuk mengerjakan bitcoin yang dikenal dengan ASIC. Hardware ini sangat populer di kalangan miner Bitcoin.
ASIC atau application Specific Integrated Circuit adalah hardware khusus untuk penambangan bitcoin, yang saat ini merupakan alat best bitcoin miner dan mining Bitcoin terpercaya. ASIC diciptakan khusus agar dapat melakukan mining bitcoin gratis dalam jumlah yang banyak.
Jika ingin meraih keuntungan besar dalam bentuk hadiah Bitcoin, hardware yang paling banyak digunakan adalah ASIC. Ibarat Bitcoin mining calculator, selain dapat menghitung secara cepat juga dapat menghasilkan dalam jumlah yang signifikan.
Soal harga jangan ditanya, ada beberapa seri ASIC yang tersedia di pasaran dengan kemampuan dan daya listrik yang berbeda. Harga ASIC paling mahal bisa mencapai US$10 ribu atau sekitar Rp143 juta (kurs Rp14.351) dengan daya listrik yang cukup besar.
- Software
Selain hardware, software bitcoin yang berkinerja super juga harus dimiliki dan digunakan. Software atau perangkat lunak penambangan diperlukan untuk menjaga keamanan mata uang kripto yang terdesentralisasi.
Software bitcoin tersedia untuk pemula dan mereka yang telah mahir atau pemain lama dalam mata uang kripto. Dengan software selain membantu Anda menjaga keamanan, juga membantu Anda dalam menyiapkan dompet tempat menyimpan bitcoin.
Melansir TheBalance, software yang banyak dipakai oleh para penambang mata uang kripto, antara lain CGMiner, BFGMiner,
EasyMiner, dan AwesomeMiner. Software tersebut dapat digunakan dan mendukung untuk perangkat Windows, Mac OS, dan Linux.
Jika perangkat hardware dan software Anda bekerja dengan baik, maka Anda akan memperoleh hadiah penambangan Bitcoin dalam bentuk jumlah bitcoin. Hadiah yang diberikan per blok (blockchain) adalah 12.5 BTC.
12.5 BTC diberikan kepada setiap penambang yang mampu menyelesaikan masalah matematika dari setiap blok. Namun jumlah tersebut berkurang dalam 4 tahun terakhir. Pada 2021, hadiah tersebut berkurang menjadi 6.25 BTC per block.
Itu sebabnya sangat penting untuk dapat menghitung keuntungan dari mining Bitcoin, yakni biaya yang dikeluarkan untuk perangkatnya, serta biaya listrik yang digunakan untuk proses penambangan. Tak perlu khawatiir, karena terdapat banyak kalkulator online yang bisa digunakan untuk dapat menghitung bitcoin.
Semoga dengan penjelasan tersebut, Anda dapat memahamai cara kerja mining Bitcoin dan perangkatnya secara sederhana, sehingga membantu Anda dalam melakukan penambangan Bitcoin.
Editor : Jeanny Aipassa
Bagikan Artikel:




Adblock test (Why?)