Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah ambruk pekan lalu akibat ulah cuitan Elon Musk yang mempermasalahkan penggunaan listrik Bitcoin, pekan ini, kabar buruk kembali berdatangan di jagat kripto.
Pemerintah China pada Jumat waktu setempat menegaskan bakal menggandakan upaya untuk mencegah spekulasi dan risiko keuangan yang diakibatkan oleh aktivitas penambangan dan perdagangan bitcoin.
Komite Stabilitas Keuangan dan Pembangunan China, yang dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Liu He, menyatakan bahwa Bitcoin harus diregulasi dengan ketat. Lembaga ini menyebutkan bakal memberantas segala bentuk aktivitas penambangan dan perdagangan Bitcoin.
"Bitcoin bukan alat investasi. Melainkan sebuah instrumen spekulasi," sebut siaran televisi pemerintah China, CCTV.
Tidak hanya China, Amerika Serikat (AS) juga akan memberi rambu-rambu terhadap perdagangan mata uang kripto. Pemerintahan Presiden Joseph 'Joe' Biden punya rencana bahwa pengiriman mata uang kripto senilai lebih dari US$ 10.000 harus melapor ke Lembaga Penerimaan Negara (IRS).
Untuk itu, pemerintahan Biden siap untuk menambah jumlah personel IRS. Ini terkait aturan baru AS untuk meningkatkan kepatuhan pajak warga.

"Seperti halnya transaksi tunai, pihak yang menerima lebih dari US$ 10.000 dalam bentuk aset kripto harus melapor," sebut laporan Kementerian Keuangan AS.
Kedua sentimen negatif ini menyebabkan nasib jagat mata uang kripto tumbang sepekan terakhir. Simak tabel berikut.
Jika pekan lalu masih ada berberapa cryptocurrency yang selamat dari koreksi, dari enam mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar jumbo dan transaksi likuid terpantau semuanya ambruk pada hari Sabtu (22/5/21) pukul 21:45 WIB dibandingkan dengan Sabtu pekan lalu.
Mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar sejagat yakni Bitcoin terpaksa ambruk parah 23,62% ke level US$ 37,804/coin. Selanjutnya juara dua kapitalisasi pasar bursa kripto yakni Ethereum juga tumbang 39,66% ke level US$ 2.353/coin.
Koreksi terparah dibukukan oleh mata uang kripto keluaran Binance yang merupakan bursa kripto terbesar di dunia yakni Binance Coin (BNB) yang terpaksa tumbang 46,88% ke level harga US$ 315/coin.
Selanjutnya Dogecoin yang pada tengah pekan sempat rebound sejenak akibat cuitan Elon Musk yang mengindikasikan Doge akan terbang ke level US$ 1/coin juga terpaksa tumbang pekan ini. Terpantau pekan ini Doge ambruk 34,61% ke level harga US$ 0,34/coin.
Selanjutnya mata uang kripto lain seperti Cardano dan Ripple juga terpantau terkoreksi parah pekan ini dengan koreksi masing-masing 32,59% dan 12,74%.